Perkenalan Tokoh
Hayfa Zaafarani. Seorang gadis SMA yang bisa terbilang biasa-biasa saja. Tidak pintar, tidak bodoh. Tidak juga populer di sekolahnya. Bukan tipe gadis yang mudah bergaul, tetapi kalau sudah berteman dengannya sangat asik, menyenangkan dan membuat nyaman. Dikenal dengan nama Hayfa dan sering dipanggil "Hay" oleh sahabat akrabnya; Maura, juga oleh teman-teman yang mengenalnya. Bukan seorang gadis pada umumnya. Tidak suka K-pop, tidak suka drama remaja, tidak suka membicarakan cowok ganteng, tidak suka dandan, dan hal-hal yang biasa dilakukan oleh gadis-gadis SMA pada umumnya malah ia tidak sukai. Tak heran mengapa sampai saat ini dia belum juga memiliki seorang pacar, karena ia terlalu cuek dan sangat amat tidak perduli dengan lelaki disekitarnya. Padahal parasnya amatlah manis dan membuat para lelaki tergoda. Tetapi karena ia terlalu cuek, maka para lelaki itu enggan mendekati Hayfa. Takut dimakan barangkali.
Kauzi Derino. Populer, digilai gadis SMA di sekolahnya, berparas menarik, tidak terlalu tampan tapi memang sedap dipandang, bertubuh tinggi, putih dan memiliki jambul. Kauzi Derino, atau panggilan populernya adalah Koji sebenarnya sangat tidak nyaman dengan kepopulerannya di sekolah, apalagi ia terkenal dengan julukan bad-boy atau bahkan playboy. Padahal ia tidak seperti itu, dan itu sangat mengganggu baginya. Setiap harinya, minimal ia mendapatkan dua kado dari para gadis-gadis yang menggilainya. Mendapatkan panggilan dengan sangat lembut, mendapatkan bekal yang selalu enak--walaupun tidak pernah ia makan--, mendapatkan surat cinta dan hal-hal berlebihan lainnya. Termasuk mendapati telepon rumahnya berdering terus-menerus. Untunglah ada kawannya; Fauzan, yang selalu menghabisi bekal makanan yang diberikan kepada Koji. Meng-handle segala surat cinta, kado, telepon dan hal lainnya. Seperti asisten pribadinya saja. Walau begitu, Koji belum memiliki pasangan lhoo.. Padahal kalau dia mau, dia bisa saja tinggal tunjuk diantara fans-fansnya. Tapi perihal cinta tak semudah itu baginya.
Maura Angeline, teman Hayfa. Seorang teman yang memiliki kepribadian 180 derajat sangat berbeda dengan Hayfa. Sangat berbeda. Dia manis, anggun, lembut, pintar dandan dan ia juga melakukan hal-hal yang sama dengan gadis SMA pada umumnya. Bergaul, menonton drama, bahkan menikmati K-pop. Tapi sungguh, walau Maura dan Hayfa sangat berbeda, mereka sangat akrab. Bagiaman tidak? Mereka berteman sejak 4 tahun yang lalu. Sejak masuk SMP kelas 1. Dan sekarang mereka sama-sama duduk di kelas 2 SMA. Segala hal-hal mengenai Hayfa, Maura lah juru kuncinya. Maka tak heran bila ada seorang lelaki yang ingin mengenal jauh mengenai Hayfa pasti melalui juru kuncinya; Maura.
Fauzan Ardiandi. Cowok yang sangat aneh, sangat amat aneh. Saya ulangi lagi, sangat amat amat sangat aneh. Sungguh, di belahan dunia manapun, kalian nggak akan pernah menemukan tipe cowok seperti Fauzan. Aneh. Berbagai macam hal aneh pernah ia lakukan, misal hal-hal sederhana yang ia lakukan adalah makan roti tawar diolesi dengan kecap asin, kemudian diberi gula pasir dn minumnya adalah segelas soft-drink yang sudah dicampurkan oleh jeruk nipis. Entah mengapa sampai sekarang ia masih hidup. Entah dia memiliki ilmu apa, mungkin ilmu pink--karena ilmu hitam sudah main-stream--, atau ilmu kameha-meha, entahlah. Yang jelas hanya seorang Koji saja yang mampu menerima Fauzan sebagai sahabatnya. Hanya Koji. Tapi dibalik keanehan sang Fauzan, sebenarnya ia lelaki yang pintar, selalu memperoleh 3 besar dari kelas 1 SD. Dan dia juga sebagai asisten andalan Koji, maka dari itu Koji mau bersahabat dengan Fauzan. Dan panggilan Koji itu diberikan oleh Fauzan ketika mereka mulai bersama-sama sejak kelas 1 SMA.
Sinopsis
Apa sih cinta itu? Bagaimana rasanya? Bagaimana cara merasakannya? Bagaimana menyadarinya bahwa ia ada? Bagaimana? Apakah jawabannya ada di seorang gadis SMA yang bernama Hayfa? Atau seorang bad-boy yang bernama Kauzi? Mungkin bukan. Karena mereka berdua saja sama-sama belum memiliki pasangan.
Apalagi Hayfa, dari lahir dia belum pernah merasakan yang namanya berpacaran. Umurnya hampir 17 tahun, tapi masih belum terpikirkan untuk memiliki pacar. Tidak begitu penting baginya. Hanya membuang-buang waktu saja.
Kauzi, cowok yang katanya playboy ini malah belum juga memilki pasangan. Terakhir berpacaran ketika dia kelas 3 SMP, mungkin. Dan setelah itu dia memutuskan untuk menjomblo, entah apa yang membuatnya tidak tertarik untuk berpacaran lagi. Padahal fans Kauzi sangat banyak. Bisa dikatakan satu sekolah menyukainya. Tapi perihal cinta tidak semudah itu bagi Kauzi, sangat tidak mudah.
Hayfa tidak pernah merasakan cinta. Kauzi tidak pernah menyadari bahwa cinta itu ada. Mereka memiliki kepribadian yang amat berbeda, lalu bagaimana kalau mereka saling mengenal dan memiliki pendapat yang sama perihal cinta? Apakah akan nyambung atau malah jadi ngawur?
A bad crush is not always have bad memories.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar